Tuesday, October 13, 2009

Budaya Madura

Ciri khas : Gaya bicaranya yang blak-blakan serta sifatnya yang keras dan mudah tersinggung, tetapi mereka juga dikenal hemat, disiplin, suka merantau dan rajin bekerja. Orang Madura senang berdagang dan dominan di pasar-pasar. Selain itu banyak yang bekerja menjadi nelayan, buruh, pengumpul besi tua dan barang-barang rongsokan lainnya. Selain itu orang Madura dikenal mempunyai tradisi Islam yang kuat, sekalipun kadang melakukan ritual Pethik Laut atau Rokat Tasse (sama dengan Larung Sesaji). Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan orang Madura, mereka memiliki sebuah peribahasa "Lebbi Bagus Pote Tollang, atembang Pote Mata". Artinya, lebih baik mati (putih tulang) daripada malu (putih mata). Hal inilah yang mendorong seringnya penggunaan carok. Carok itu artinya celurit. Pada zaman penjajahan Belanda abad 18 M, carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan).

Tokoh utama / opinion leader : Ketaatan, ketundukan, dan kepasrahan orang Madura secara hierarkis kepada empat figur utama dalam berkehidupan, lebih-lebih dalam praksis keagamaan. Keempat figur itu adalah Buppa,’ Babbu, Guru, ban Rato (Ayah, Ibu, Guru, dan Pemimpin pemerintahan). Kepada figur-figur utama itulah kepatuhan hierarkis orang-orang Madura menampakkan wujudnya dalam kehidupan sosial budaya mereka. Selain itu juga dikenal tokoh Raden Wijaya

Sistem komunikasi yang ada : Suku Madura di Indonesia kadang memakai cara-cara berkomunikasi secara alami dan cenderung mistis konvensional, jauh dari iptek tetapi sama-sama efektif hasilnya serta lebih humanis dan multi aspek mungkin menurut mereka. Karapan sapi merupakan media komunikasi masyarakat Madura, untuk menginformasikan saat musim tanam ketika musim hujan mulai turun, saat dimana media lain seperti, TV, radio, dan media cetak masih jarang. Saat ini media komunikasi karapan sapi tersebut telah berubah berkembang mengarah pada aspek olahraga dan perkembangan pariwisata bersinergi dengan media informasi lainnya, dan meninggalkan aspek utamanya sebagai media komunikasi alami pertanian. Masyarakat lebih tertarik dengan mempertontonkan sapinya di lomba-lomba dan event pariwisata.

Hambatan komunikasi yang ada : Orang madura menyebut warna hijau tuh biru. Jadi waspadalah jangan salah menyebut warna.
Di Madura, huruf Y dibaca jd J, huruf W dibaca jd B. Misalnya, Edwin dipanggil Edbin. Mereka menyebut Surabaya dengan Surbejeh.

No comments:

Post a Comment