Sunday, October 11, 2009

PT.ANZ Panin

ANZ in Indonesia

ANZ's presence in Indonesia dates back to 1973 when ANZ Grindlays Bank established a representative office in Jakarta. This has enabled us to experience, first hand, the robust nature of the Indonesian economy and, more specifically, to learn about the local business culture and build relationships with the government, business and financial sector.
In 1993, Australia and New Zealand Banking Group Limited acquired an 85% shareholding in a joint venture bank now known as PT ANZ Panin Bank. The remaining 15% owned by PT Panin Bank Tbk - one of Indonesia's ten largest private commercial banks*, which brings considerable knowledge and expertise to the joint venture bank. PT ANZ Panin Bank (ANZ Panin) is a joint venture bank that combines the international network and experience of ANZ Banking Group and knowledge and expertise or our local establishment.
* The top 10 banks are the official statistic provided by the central bank, Bank Indonesia.

About PT ANZ Panin
2008 Launched the ANZ Femme Card
2007 Opened Medan Branch
2007 Launched the ANZ Black Card
2005 Launched the Instalment Card (Kartu Cicilan)
2001 Launched the ANZ Platinum Card
2000 Launched its first credit card campaign in conjunction with Sydney 2000 Olympic
1997 Established credit card foothold in Indonesia
1993 Joint venture between ANZ Banking Group Ltd (85% share) and PT Panin Bank (15% share)
1973 ANZ Grindlays Representative Office

Branch Banking hours
8:30am to 4:00pm Monday to Friday (excl. Public Holidays)
Office hours
8:00am to 5:00pm Monday to Friday (excl. Public Holidays)

1. ANZ masuk ke Indonesia dengan membeli sahan dari Panin Bank. ANZ memiliki 85% saham, Panin 15%.
2. Saat ini masih ada Panin Bank karena merupakan bank yang dimiliki Panin Group. Terdapat pula ANZ Panin Bank, hasil gabungan ANZ dengan Panin sebelumnya. Panin Bank masih ada tapi diluar manajemen ANZ Panin Bank. Dalam kontrak, Panin Group masih memiliki kuasa untuk mendirikan Panin Bank diluar ANZ Panin Bank.
3. ANZ saat ini menfokuskan pada pengembangan kawasan Asia Pasifik antara lain Indonesia, Malaysia, Jepang, China, dsb.
4. Values ANZ
I CARE: Integrating, Collaboration, Accountability, Respect, Excellence
5. Mengapa disebut ANZ Tower?
ANZ Panin Bank menempati gedung lama Standard Chartered yang kemudian disewa oleh ANZ dengan mendominasi 20 lantai. Hal ini menyebabkan ANZ memiliki hak untuk menamai gedung yang sekarang ditempatinya dengan ANZ Tower.
6. Dimana launching ANZ?
• Global launch: Hotel Indonesia Kempinski
• ANZ Priority Launch: Hotel Mulia, Senayan
7. ANZ dalam hubungannya dengan corporate banking, banyak bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di bidang Sumber Daya Alam seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dsb.
8. ANZ memiliki 500.000 pengguna kartu kredit di Indonesia.
9. ANZ adalah salah satu dari 11 bank di dunia yang mendapatkan rating AA.
10. ANZ adalah salah satu dari 15 bank teraman di dunia.
11. ANZ adalah the most sustainable bank globally tahun 2008 oleh Dow Jones Sustainability.
12. ANZ pertama kali berdiri pada tahun 1820.
13. ANZ berharap mendapatkan 20% profitnya dari Asia Pasifik pada tahun 2012. Saat ini profit dari Asia Pasifik mencapai 7%.
14. ANZ berharap dapat memperoleh 4 kali lipat pertumbuhannya pada tahun 2019.

3. Perubahan-perubahan yang dialami
A. Perubahan strategis
• Financial year ANZ Panin Bank adalah dari Oktober-September. Hal ini dikarenakan ANZ retail dimulai pada bulan Oktober 2008.
• Perubahan yang terjadi dalam ANZ bahwa sebelumnya ANZ Panin Bank merupakan bank yang berfokus pada corporate banking dan credit card. Sekarang ini ANZ Panin Bank sudah mulai memasuki bisnis retail bank dengan jenis produk seperti tabungan dan deposito. Perubahan yang terjadi merupakan perubahan dari ANZ yang sebelumnya tidak bermain di retail banking menjadi pemain baru dibisnis ini.
• Proses pembentukan bagian retail ANZ dibantu oleh tim Enablement. Tim ini terdiri dari orang-orang internal ANZ yang sebagian besar berasal dari negara asal ANZ, Australia. Tim enablement merupakan tim pembentukan fondasi/tim perencanaan yang sifatnya strategis. Ini berarti perubahan ANZ terjadi secara internal tanpa menggunakan konsultan.
• Tim enablement ini telah terbentuk sebelumnya di Australia dan New Zealand karena di kedua negara tersebut sebelumnya ANZ telah bermain di retail banking.

B. Perubahan operasional
• Minimum saving ANZ adalah sebesar 2.5 juta rupiah. Deposito minimum 10 juta rupiah.
• Sebelumnya, ANZ sudah memiliki cabang di Senayan dan Medan sejak tahun 1990.
• Cabang pertama yang dibuka oleh ANZ dalam rangka pengembangan retailnya adalah cabang di Surabaya pada Oktober 2008. ANZ membuka 2 cabang yaitu di Rich Palace dan Galaxy Mall.
• Cabang pertama ANZ Panin Bank di Jakarta di Pondok Indah dan Kelapa Gading yang diresmikan tepat saat peluncuran ANZ Retail Department.
• Hingga sekarang terdapat 7 cabang. Akhir tahun ini akan dibuka 18 cabang, antara lain di Pluit dan Muara Karang pada bulan September 2009. Sampai 2011 akan dibuka kurang lebih 30 cabang.
• Perubahan operasional yang terjadi di ANZ
• Sistem manajemen yang berubah terutama dalam manajemen karyawan.
• SDM yang dimiliki ANZ bertambah banyak karena ekspansi. Bahkan dibeberapa bagian perusahaan jumlah karyawan membengkak.
• Benefit yang dulu mudah didapatkan karyawan, sekarang menjadi lebih sulit karena harus lebih dahulu mengantri dengan karyawan-karyawan lainnya.
• Logo. Perubahan logo ANZ Panin Bank terjadi secara global. Namun perubahan logo ini di Indonesia juga bertepatan dengan ekspansi ANZ ke bidang retail.
• Perubahan logo menyebabkan perubahan barang-barang untuk branding ANZ, seperti seragam, id card, dsb. Ekspansi ANZ telah dimulai sebelum terjadi perubahan logo. Ekspansi ini menyebabkan ANZ harus menambah jumlah karyawan yang signifikan. Namun selang beberapa bulan dari penambahan karyawan (yang berarti penambahan barang-barang untuk branding ini), logo diganti dari ANZ pusat dan barang-barang branding pun ditarik untuk ditukar dengan yang baru. Hal ini kemudian menyebabkan kerugian finansial yang beasr untuk ANZ Panin Bank.

4. Resiko-resiko Perubahan
Mengapa ANZ memutuskan bermain di retail banking? Dihubungkan dengan resiko
ANZ melihat perkembangan retail banking yang sangat besar di kawasan Asia Pacific, termasuk di Indonesia. ANZ memulai bisnis retail banking pada bulan Oktober 2008, bertepatan dengan krisis ekonomi dunia. Namun ANZ melihat bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar saat itu untuk dapat bertahan dari krisis ekonomi dunia. ANZ juga melihat bahwa market condition di Indonesia memiliki potensi yang besar karena uang yang beredar di Indonesia masih sangat banyak.
Resiko-resiko yang dihadapi ANZ Panin Bank:
• Investasi yang besar yang ditanamkan ANZ untuk ekspansi bisnisnya.
• RM yang direkrut dari bank lain banyak yang berpindah, resign dan tidak perform sesuai dengan yang diharapkan.
• Sistem manajemen karyawan yang kurang mampu menghadapi jumlah karyawan yang menjadi sangat banyak karena ekspansi.

5. Cara komunikasi perubahan ke masyarakat
Sosialisasi yang dilakukan ke masyarakat:
• Menggunakan Relationship Manager (RM) dan Business Development Executive (BDE). Relationship Manager merupakan karyawan yang bertugas mencari client-client, khususnya dalam ANZ Prioritas. Pada umumnya, RM merupakan karyawan yang di’bajak’ dari bank lainnya. RM-RM ini memiliki relasi-relasi yang loyal yang dapat berpindah bank ketika RM berpindah kerja.
• Para RM didapatkan oleh ANZ melalui penawaran gaji yang lebih besar dari bank RM tersebut sebelumnya.
• BDE pada umumnya meriakan fresh graduates. BDE bertugas menawarkan tabungan pada calon nasabah baru. BDE pada umumnya jarang memiliki koneksi dengan nasabah-nasabah sebelumnya karena BDE yang dimiliki ANZ adalah fresh graduates.
• Setiap cabang ANZ yang cukup besar memiliki 20 RM. Untuk cabang yang kecil memiliki 8 RM.
• Melalui iklan-iklan di beberapa media, antara lain:
 Membuat airport lounge
 Menampilkan iklan cetak di troli-troli Bandara International Soekarno-Hatta
 Iklan melalui billboard di bandara dan jembatan penyeberangan di pusat kota Jakarta
 Iklan cetak di koran dan majalah, mis: di kompas dan di Info Bank.

6. Target perubahan
A. Jangka pendek
Tujuan jangka pendek ANZ Panin Bank:
• Membuat variasi produk yang lebih banyak, tidak hanya terbatas pada tabungan dan deposito.
• Menyediakan mesin ATM yang lebih banyak. Saat ini ANZ telah bergabung dengan lebih dari 17.000 ATM bersama.

B. Jangka panjang
Dalam 3 tahun ke depan, ANZ berencana menggandakan 6 kali lipat bisnisnya di Indonesia. President Director ANZ, Joseph Abraham mengatakan “Our target is that we should more than double our business every year for the next three years.”

No comments:

Post a Comment